Pendahuluan

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang

Berdasarkan  peraturan Menteri Pekerjaan  Umum dan Perumahan Rakyat Republik  Indonesia No 02/PRT/M/2016  Tentang peningkatan  kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh melalui progam KOTAKU ( kota tanpa kumuh ) saat ini telah tersusun Baseline 100-0-100 hasil karya gemilang masyarakat  dengan pelibatan masyarakat secara partisipatif melalui kader Relawan dan kelompok- kelompok peduli ditingkat basis RT ( rukun tangga ) .

Target pencapaian akses air minum 100%, mengurangi kawasan kumuh hingga 0% dan penyediaan akses  sanitasi yang layak 100% untuk masyarakat Indonesia  pada akhir tahun 2019  dengan konsep  100-0-100 telah menjadi agenda Nasional seiring dengan pemberlakuan RPJM III tahun 2015-2019 yang akan datang hal ini memang bukan perkara yang mudah  perlu  usaha yang keras dari  semua pemamngku kepentingan  yaitu Pemerintah Pusat, Pemda, Pemkab,  masyarakat, pihak swasta dan kelompok- kelompok peduli.

Kerjasama itu bisa dimulai  dari proses awal saat soaialisasi, perencanaan  sampai dengan implentasi dan monitoring/ evaluasi program, pelaksanaan kolaborasi 100-0-100  disetiap wilayah pemerintah kabupaten akan dapat terukur  sejauhmana pemerintah kabupten memiliki empati tarhadap kebutuhan dasar masyarakat nya khususnya di bidang  infrastruktur  permukinam di wilayahnya .

Sebagai tahap awal  telah dilakukan  pendataan 100–0-100 dari tingkat basis RT sebagai bahan untuk pengayaan dari pemetaan swadaya  yang dilakukan oleh masyarakat melalui program KOTAKU yang fokus pada  penggalian data 100–0–100 dan juga kumuh yang telah ditetapkan oleh Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya .

Data tersebut yang dimaksud adalah  data 100–0–100  yaitu data terkait dengan akses air minum, pengurangan  luasan kawasan kumuh ,dan data  yang terkait dengan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat data tersebut terdiri dari data fisik dan non fisk antara lain

Data fisik terkait dengan tujuh indikator :

  1. Kondisi keteraturan , kepadatan dan kelayakan bangunan
  2. Kondisi jalan lingkungan
  3. Kondisi drainase lingkungan
  4. Kondisi pembuangan air limbah
  5. Kondisi ketersediaan air minum dan air bersih
  6. Kondisi pengelolaan sampah
  7. Kondisi bahaya kebakaran/ bencana

 

Data non fisik yang terkait dengan infrastruktur permukiman

  1. Legalitas pendirian bangunan
  2. Kepadatan penduduk
  3. Mata pencaharian penduduk
  4. Penggunaan listrik
  5. Fasilitas pelayanan kesehatan
  6. Fasilitas pelayanan pendidikan

Tahap awal kegiatan pendataan baseline 100-0–100 di mulai dengan sosialisasi kepada semua warga  yang meliputi pemerintah desa, tokoh masyarakat, relawan, lembaga desa, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan TIPP ( Tm Inti Perencanaan Partisipatif ) kemudian melalui fasilitator pendamping dilakukan  pembekalan warga atau coaching  tentang proses penggalian data baseline 100-0-100. Metode  yang digunakan dalam penggalian data Baseline 100-0-100  adalah dengan FGD ( Focus Group Disscution ) dan WST ( Wawancara Semi Terstruktur ) dengan melibatkan warga masyarakat di basis terkecil RT.

 

1.2. Visi dan Misi

Agar arah kegiatan tidak menyimpang dari maksud dan tujuan untuk Program KOTAKU, maka masyarakat warga Desa Panggungharjo telah membuat visi dan misi,  yang harus dijalankan oleh masyarakat  dan  harus dipegang sebagai acuan, yaitu:

Visi  :

Terwujudnya Desa Panggungharjo yang tertata, bersih, sehat, dan sejahtera.

Misi :

  • Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang bersih, sehat, dan sejahtera.
  • Merubah pola pikir masyarakat agar senantiasa menjaga lingkungan tempat tinggalnya.
  • Mendorong masyarakat untuk berperilaku bersih dan sehat
  • Melarang segala bentuk tindakan yang dapat menyebabkan lingkungan menjadi kumuh dan tidak tertata.

1.3. Maksud Dan Tujuan

Melalui Program KOTAKU ini tersusunlah dokumen RPLP yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembangunan secara partisipatif, yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh masyarakat serta melalui tahapan kegiatan yang meliputi pembentukan Tim Inti Perencanaan Partisipatip (TIPP) dan Pemetaan Swadaya,  sebelum dimulainya pembagunan fisik dan perbaikan lingkungan.

  • Maksud

Maksud penyusunan dokumen  Rencana penataan lingkungan permukiiman ( RPLP) Desa Panggungharjo adalah sebagai dokumen panduan umum yang  menyeluruh dan memiliki kepastian hukum tentang perencanaan tata bangunan dan lingkungan di seluruh kawasan desa Panggungharjo.

.

  • Tujuan

Sebagai acuan untuk melaksanakan  pengawasan pembangunan permukiman bagi masyarakat, Pemerintah, Swasta, LSM, dan para lembaga donor yang  berpartisipasi dalam berbagai macam kegiatan  pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung  lingkungan permukiman agar tercipta kebersamaan  dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.

 

  • Sasaran

Sasaran dalam rencana penataan lingkungan permukiman adalah seluruh  wilayah yang ada di Desa Panggungharjo.

 

1.3. Ruang Lingkup

Ruang lingkup penyusunan dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman adalah pembangunan saran prasarana secara fisik dan pembangunan nonfisik berdasarkan Kondisi potensi dan skala prioritas kebutuhan masyarakat  desa yang dengan menekankan pada mitigasi bencana.

 

1.4. Rujukan Peraturan

  • UU No. 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
  • UU No.1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan Permukiman
  • UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa
  • PP No. 14 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perumahan Dan Kawasan Permukiman
  • Permen PUPR No. 01/PRT/M/2014 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
  • Permen PUPR No. 02/PRT/M/2016 Tentang Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh
  • SE DJCK PUPR No. 40/SE/DC/2016 tentang Pedoman Umum Program Kota Tanpa Kumuh

 

1.5. Sistematika Penyusunan

Dokumen ini disusun terdiri dari tujuh bab, Bab I Pendahuluan, yang menceritakan tentang hal-hal yang melatar belakangi dokumen RTLP ini disusun, maksud tujuan, rujukan-rujukan peraturan visi-misi desa Panggungharjo.Bab II  berisi tentang gambaran umum Desa Panggungharjo baik dari letak geografis, demografi, kondisi fisik dasar, fungsi penggunaan lahan, bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan.

Selanjutnya Bab III berisi analisis kebijakan perencanaan kabupaten maupun analisis penanganan permukiman kumuh di Panggungharjo dari beberapa dokumen yang ada. Bab IV menceritakan tentang scenario pencegahan dan peningkatan permukiman kumuh, baik mengenai struktur ruang, aturan bersama.Bab V berisi tentang Rencana pencegahan, pemberdayaan masyarakat maupun rencana peningkatan permukiman kumuh Desa Panggungharjo..

Bab VI berisi tentang rencana teknis peningkatan kualitas lingkungan permukiman kumuh, Bab VII berisi tentang rencana investasi.Bab VIII Penutup, dan di akhir dokumen dilampirkan beberapa lampiran pendukung.