Rencana Permukiman

Rencana  Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Rencana Tata Guna Lahan
Dari rencana jangka menengah yang telah tersusun untuk Tata Guna Lahan di Desa Panggungharjo tidah akan banyak berubah, tetapi secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut :
1)    Kawasan persawahan, tidak akan mengalami banyak perubahan
2)    Kawasan permukiman, disini mungkin untuk 5 tahun kedepan akan sedikit berkembang dengan bertambahnya rumah  rumah yang akan terbangun, akan tetapi hal ini tidak akan membuat perubahan yang mencolok karena dimungkinkan pembangunan rumah yang akan ada masih disekitar pekarangan  pekarangan yang ada di sekitar rumah  rumah yang sudah ada sekarang.
3)    Kawasan perdagangan /jasa, untuk kawasan perdagangan /jasa ini kemungkinan akan mengalami perkembangan terutama di kawasan Pasar Niten yang sekarang dalam tarap penyelesaian pembangunannya, yaitu di daerah  pedukuhan Sawit, Kweni dan Jaranan.

Rencana Jaringan Air Bersih
Guna menunjang kebutuhan air bersih dikawasan pemukiman, di 14 Pedukuhan yang posisinya berada dikawasan  perbatasan kota sehingga cenderung kesulitan air bersih akibat dari pengembangan kawasan perkotaan terutama pada musim kemarau, maka Desa Panggungharjo telah merencanakan pembutan beberapa lokasi penyaringan air bersih sejumlah 14 unit yang dikelola secara mandiri oleh masing-masing komunitas pemakai.

Rencana Jeringan Air Limbah Rumah Tangga
Di Desa Panggungharjo saat ini saluran pembuangan limbah rumah tangga sebagian masih seadanya, air langsung dibuang disekitar halaman rumah dan dibiarkan terbuka, sehingga menimbulkan bau serta sumber penyakit, untuk kedepannya di Desa Panggungharjo sebagian besar tiap rumah memiliki MCK sendiri, sehingga perlu adanya perencanaan pembuangan Limbah Rumah Tangga yang berasal dari MCK tersebut agar tidak menimbulkan masalah baru direncanakan disalurkan ke IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) di Desa Pendowoharjo.

alur limbah

Sumber : dokumen RPP_CSP Desa Panggungharjo

Rencana Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah di Desa Panggungharjo ini masih sangat memprihatinkan karena sebagian belum terkoordinir dan semakin sempitnya lahan permukiman terutama dikawasan-kawasan padat penduduk. Akibatnya masyarakat cenderung membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, bantaran sungai atau lahan kosong yang sebenarnya tidak dikondisikan sebagai tempat pembuangan sampah.
Disisi lain daerah-daerah tersebut semakin lama semakin sempit dan semakin sulit untuk mencari lokasi pembuangan sampah terutama dikawasan yang padat penduduknya (Pelemsewu, Kweni, Dongkelan, Glugo, Krapyak Kulon dan Krapyak Wetan) Oleh karena itu dalam kurun 5 tahun ke depan sudah saatnya untuk diproyeksikan membentuk kelompok-kelompok pengelola sampah yang dikelola secara mandiri dan profesional.
Untuk itu idealnya setiap KK memiliki tempat sampah. Artinya dibutuhkan sekitar 8.249 tempat sampah yang dapat diakses pembuangan sampahnya, untuk menghindari bahaya kesehatan yang akan ditimbulkan oleh sampah yang tidak terkelola dengan baik, juga direncanakan akan diadakan penyuluhan dan pelatihan  pengelolaan sampah untuk dikumpulkan, dipilah dan dimanfaatkan sebagai barang yang bernilai ekomonis, dan dapat menambah pendapatan desa.

Rencana Pengembangan Ruang Terbuka
Dengan bertitik tolak pada pertumbuhan penduduk desa Pangungharjo lima tahun kedepan mencapai 28.405 jiwa maka rencana ruang terbuka hijau  diselaraskan dengan kondisi tersebut  sehingga lapangan olahraga yang sekarang baru 2 lokasi akan ditingkatkan menjadi 3 lokasi.
Ditiap pedukuhan direncanakan   terdapat  lapangan bola Volly  dan taman bermain, serta setiap jalan desa ditanami pohon sebagai pusat paru paru desa.

Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Setelah adanya perencanaan diatas, maka perlu adanya pengelolaan dan pemantauan lingkungan guna menjaga kelestarian serta agar terbebas dari penyakit yang timbul karena lingkungan yang rusak akibat tidak terkelola dan terpantau. Adapun rencana pengelolaannya yaitu dengan pembuatan aturan  aturan mengenai pembuatan sistem utilitas di sekitar permukiman agar tidak kacau dan terkesan semrawut, seperti aturan pembuatan jamban, sumur gali maupun saluran pembuangan ( selokan ) yang menuju ke sungai, aturan terhadap limbah industri, aturan tersebut dilembagai oleh suatu badan yang dibentuk dari kesepakatan warga dan terdiri dari orang  orang yang berkompeten dibidangnya maupun dari masyarakat biasa, lembaga ini bertugas juga untuk mengkoordinir warga serta menyadarkan betapa pentingnya pengelolaan lingkungan, lembaga ini juga yang memberi sanksi jika terjadi pelanggaran terhadap aturan  aturan yang telah disepakati bersama. Selain itu juga diberikannya penyuluhan yang rutin kepada warga masyarakat mengenai betapa pentingnya menjaga lingkungan sekitar agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

Rencana Peningkatan Perekonomian
Untuk meningkatkan perekonomian Desa panggungharjo tidak terlepas taraf perekonomian warganya maka direncanakan pengembangan fasilitas yang sudah ada dan yang belum perlu pembangunan yang menunjang antara lain :
(1) Bidang peternakan dengan mengembangkan dan memberdayakan kelompok ternak yang telah ada dipedukuhan-pedukuhan
(2)    Peningkatan kualitas  industri rumah tangga dari sisi mutu dan kwantitas produksi.
(3)    Pembentukan Badan Usaha milik desa,
(4)    Peningkatan pelayanan UP-UP (Unit Pengelola) BKM Panggungharjo
(5)    Pembangunan kawasan pertokoan disesuaikan dengan potensi wilayah yang ada, diutamakan disekitar kawasan pasar Niten yang secara geografis letaknya sangat menguntungkan desa Panggungharjo.

Rencana Aspek Budaya/Pusaka
Pusaka budaya satu-satunya yang ada di desa Panggunghsrjo berupa gedong Panggung yang ada di pedukuhan Krapyak Kulon merupakan peninggalan jaman kerajaan Mataram Islam semasa itu, kondisi sekarang sudah dipugar oleh pihak Kraton dan Dinas Pariwisata DIY (dipugar pasca gempa tahun anggaran 2007).
Sedangkan Yoni candi peninggalan jaman Hindu masih asli dan belum ditangani oleh pihak terkait dalam hal ini Dinas Purbakala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *