Potensi

Potensi Perekonomian

Secara ekonomi kondisi masyarakat Panggungharjo secara umum sudah dalam kategori diatas garis kemiskinan. Menurut data yang ada 34,34% (2.833 KK) masyarakat sudah berada dalam kondisi sejahtera, dan 21,17 % (1.746 KK) masih dalam kondisi miskin.

Tabel Tingkat Kesejahteraan Desa Panggungharjo

No Pedukuhan Sejahtera (KK) Keluarga Sejahtera 1 (KK) Keluarga Sejahtera 2 (KK) Miskin (KK) Jumlah (KK)
1 Garon 106 65 36 80 287
2 Cabean 208 78 56 134 476
3 Ngireng-ireng 75 78 57 122 332
4 Geneng 77 102 109 102 390
5 Jaranan 105 163 243 45 556
6 Prancak Glondong 257 147 117 161 682
7 Pandes 103 55 67 98 323
8 Sawit 178 139 32 139 488
9 Kweni 281 185 184 91 741
10 Pelemsewu 412 79 116 132 739
11 Glugo 122 185 230 141 678
12 Dongkelan 235 126 197 226 784
13 Krapyak Kulon 320 227 243 127 917
14 Krapyak Wetan 354 202 152 148 856
JUMLAH 2833 1831 1839 1746 8249
Persentase (%) 34.34 22.20 22.29 21.17 100.00

Hasil pertanian

Padi merupakan hasil pertanian yang dominan kring selatan merupakan menyangga produsen desa Panggungharjo , potensilain yang dapat dikembangkan adalah bawang merah dan sayuran ( sawi hijau ) yang sifatnya masih tradisional sehingga masih perlu ditingkatkan dalam diversifikasi tanaman pertanian.

Tahun 2008 pedukuhan Garon dan Geneng Padi rata-rata 7 ton/ Ha.

Pedukuhan Pandes produsen jagung rata –rata 5 ton/ Ha

Industri

Potensi industri di desa Panggungharjo sebanyak 584 unit usaha yang terdiri dari industri besar 2 unit usaha, industri menengah sebanyak 2 unit usaha dan industri kecil 580 unit usaha, sedang sentra industri kecil terdiri dari sentra masal ada di Tegal krapyak dan sentra tatah sungging di Cabean.

Sektor industri dapat menyerap tengakerja sebanyak 2.374 orang, sedang komoditi Ekspor dari sector industri di desa Panggungharjo adalah Furnitur, Fiber glass, dan kerajinan batu ( kriya batu )

Ekspor furniture ke Australia , Francis dll.

Ekspor fiber glass Amerika serikat, sedangkan kerajinan batu kenegara Australia dan Belanda.

Koperasi merupakan soko guru ekonomi kerakyatan, dikembangkan sebagai penggerak perekonomian desa telah memperkuat perekonomian desa, keberadaanya dimanfaatkan oleh para anggota dalam upayapemupukan modal baik untuk investasi, biaya pendidikan, biaya kesehatan maupun untuk keperluan lain.

Desa Panggungharjo terdapat 16 unit koperasi dan masih banyak embriyo-embriyo koperasi yang dikembangkan, ditingkatkan ibu-ibu PKK dan Dasa Wisma.

Sedangkan lembaga keuangan mikro di Panggungharjo dikelola oleh BKM (Unit Pengelola Keuangan / UPK) dan Usaha Ekonomi Desa (UED)

No Jenis Koperasi Jumlah (Unit)
1

2

3

4

KPN (Koperasi Pegawai Negeri)

KOPKAR (Koperasi Karyawan)

KOPONTREN (Koperasi Pondok Pesantren)

KSU (Koperasi Serba Usaha)

4

3

3

6

Jumlah 16

Warga desa Panggungharjo ini sebagian besar menggunakan air bersih yang berasal dari sumur gali kira-kira 93,67 % (7.727 KK) dan sisanya mengunakan air untuk keperluan sehari-hari dengan mengunakan sumur bor yang penggunaannya secara berkelompok sebanyak 0,87 % (72 KK), dan 4,36 % (360 KK) dari PDAM dan sisanya dari tandon air. Hal ini menunjukkan bahwa air untuk kebutuhan rumah tangga di wilayah Panggungharjo tidak begitu menjadi persoalan, meskipun ada diantara beberapa keluarga yang masih ikut bergabung dengan orang lain. Untuk menggali mendapatkaan air bersih harus menggali sumur rata-rata sampai kedalaman lebih dari 12 m dikawasan atas perbukitan sedangkan dibawah kurang lebih 6 s/d 8 m sudah terdapat air.

Sumber Air Bersih Desa Panggungharjo :

No Pedukuhan
Penggunaan Air Minum (KK)
PDAM Sumur Gali Sumur Bor Sungai Mata Air Tandon/ Tangki
1 Garon 276 11
2 Cabean 153 321 2
3 Ngireng-ireng 1 329 2
4 Geneng 390
5 Jaranan 553 3
6 Prancak Glondong 82 582 18
7 Pandes 9 314
8 Sawit 10 476 2
9 Kweni 17 718 6
10 Pelemsewu 739
11 Glugo 3 602 73
12 Dongkelan 49 716 2 17
13 Krapyak Kulon 15 898 4
14 Krapyak Wetan 21 813 22
Jumlah 360 7,727 72 90
Persentase (%) 4.36 93.67 0.87 1.09

Aliran sungai memang menjadikan sumber air mudah didapat, namun di sisi lain menyebabkan masyarakat masih cenderung melanjutkan tradisi lama, misalnya mencuci, buang air besar dan keperluan lain, meskipun kondisi airnya dari sisi sanitasi dan higienitas sangat tidak memenuhi syarat kesehatan. dari data yang ada dijelaskan bahwa mayarakat yang menggunakan kamar mandi sendiri sebagai sarana MCK sebesar 96,52 %, MCK Umum sebesar 1,04 % dan sisanya masih mnggunakan sungai sebesar 2,44 %.

Penggunaan MCK Desa Panggungharjo

No Pedukuhan Penggunaan MCK (KK)
Kamar Mandi Sungai MCK Umum
1 Garon 247 25 15
2 Cabean 469 5 2
3 Ngireng-ireng 292 39 1
4 Geneng 370 15 5
5 Jaranan 535 21
6 Prc. Glondong 660 15 7
7 Pandes 295 13 15
8 Sawit 471 15 2
9 Kweni 696 38 7
10 Pelemsewu 733 4 2
11 Glugo 665 2 11
12 Dongkelan 771 9 4
13 Krapyak Kulon 902 15
14 Krapyak Wetan 856
Jumlah 7,962 201 86
Persentase (%) 96.52 2.44 1.04

Sedangkan dalam pembuangan sampah masyarakat Panggungharjo ini masih secara tradisional yaitu dengan membakar sampah di tempat-tempat yang sudah disediakan dipekarangan mereka (sekitar 42,11%) yang setelah penuh kemudian mereka timbun (14%) membuat lubang lagi. Warga yang membuang sampah pada tempatnya sebanyak 24,84%. Bahkan banyak diantara masyarakat yang membuang sampah sembarangan karena kondisi permukiman yang cenderung semakin padat (19,05%) . Hal ini terlihat dibeberapa tempat terutama dilahan-lahan kosong di kawasan bantaran sungai yang kemudian dijadikan areal pembuangan sampah oleh masyarakat. Oleh karena itu pada saat sekarang sampah adalah merupakan satu persoalan di Desa Panggungharjo yang perlu secara lebih serius untuk segera ditangani.

Tabel Pengelolaan Sampah

No Pedukuhan
Pengelolaan Sampah (KK)
Dibakar Ditimbun Dibuang di Tempat Sampah Lainnya
1 Garon 217 25 20 23
2 Cabean 393 393 83 5
3 Ngireng-ireng 174 83 5 64
4 Geneng 284 46 15 97
5 Jaranan 200 15 225 131
6 Prc. Glondong 158 5 77 57
7 Pandes 139 39 6 26
8 Sawit 100 25 15 4
9 Kweni 288 65 132 185
10 Pelemsewu 78 25 40 143
11 Glugo 320 98 174 86
12 Dongkelan 148 46 275 148
13 Krapyak Kulon 290 26 143 177
14 Krapyak Wetan 29 46 452 129
Jumlah
2,818 937 1,662 1,275
Persentase (%)
42.11% 14.00% 24.84% 19.05%

SARANA PRASARANA PENGELOLAAN SAMPAH

No Pedukuhan Tempat Sampah (unit) Gerobak Sampah (unit) TPS (unit) TPA (unit)
1 Garon 11 3
2 Cabean 3
3 Ngireng-ireng
4 Geneng
5 Jaranan
6 Prc. Glondong 74 1
7 Pandes
8 Sawit
9 Kweni 60 1
10 Pelemsewu 12 1
11 Glugo 126 3
12 Dongkelan 2 1 1
13 Krapyak Kulon 173 13 2
14 Krapyak Wetan 196 4 1
Jumlah 654 27 7

Sedangkan jumlah KK di desa Pangngungharjo menggunakan saluran limbah rumah tangga rata-rata menggunakan saluran tertutup dengan pralon/beton (mencapai 86,51%), saluran terbuka tanah sekitar 8,92% sedangkan yang tidak memakai saluran limbah rumah tangga 1,68% dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel Saluran Limbah Rumah Tangga

No Pedukuhan
Saluran Limbah Rumah Tangga (KK)
Saluran Terbuka Dari Tanah Saluran Terbuka Dari Rabat Beton Saluran Tertutup Paralon/beton Tidak ada Saluran Pembuangan
1 Garon 6 246
2 Cabean 140 65 319
3 Ngireng-ireng 62 6 225 25
4 Geneng 26 5 259
5 Jaranan 17 534 5
6 Prc. Glondong 106 20 20 11
7 Pandes 39 1 159
8 Sawit 25 25 220
9 Kweni 6 20 306 12
10 Pelemsewu 15 200
11 Glugo 5 486
12 Dongkelan 5 6 499 30
13 Krapyak Kulon 5 474 3
14 Krapyak Wetan 484
Jumlah 457 148 4,431 86

Kondisi Sosial

Sumber mata pencaharian penopang sarana kehidupan masyarakat Panggungharjo ini meskipun banyak yang menjadi PNS dan TNI 3,35% (862 orang) namun sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai pegawai swasta 12,69 % (3.264 jiwa), namun ada pula yang bertani / buruh tani 16,97 % (4.366 jiwa), bertenak, berdagang 7,37 % (1.897 orang) dan juga yang mempunyai usaha kerajinan/ industri rumah tangga antara lain mebeler, pembuat patung dan batik alam.

Ada juga produksi makanan berupa: tempe, tahu, bakpia, peyek, gula jawa dan lain sebsgainya yang masing-masing pangsa pasarnya sampai pasar di kota Yogyakarta. Diantara beberapa komoditas produksi tersebut yang sekarang mulai berkembang pesat adalah tahu dan tempe. Demikian pula dengan bakpia yang kualitasnya tidak kalah dengan produksi daerah Pathuk, juga omzet produksinya terus meningkat hingga 300 – 500 bungkus perhari dengan harga jual Rp. 3500 per bungkus.

Meskipun banyak diantara usaha tersebut yang dikelola secara personal, namun kita bisa menemukan juga usaha yang dikelola secara kelompok. Batik di Panggungharjo yang lazimnya beranggotakan ibu-ibu ini terdiri dari Batik Tulis dan Batik Cap, yang bahannya murni diambil dari alam (meskipun sekarang juga mulai dikembangkan Batik campuran dari bahan alam dan sintetik). Selain itu juga ada pembuat rempeyek yang dikerjakan oleh sekitar 10 orang perkelompok dan ada sekitar 2 kelompok.

Dikawasan utara, terlihat pula beberapa usaha kerajinan antara lain penggergajian kayu, mebeler dan bubut. Bahkan untuk usaha kerajinan kayu bubut disini sudah mampu menyerap banyak tenaga kerja dan sudah eksport. Kerajinan lain yang mempunyai peluang ekspor yang ada di Panggungharjo adalah pahat batu yang juga sudah menyerap tenaga kerja.

Secara ekonomi kondisi masyarakat Panggungharjo secara umum sudah dalam kategori diatas garis kemiskinan. Menurut data yang ada 34,34% (2.833 KK) masyarakat sudah berada dalam kondisi sejahtera, 44,49% (3.670 KK) dalam kondisi pra sejahera dan 21,17 % (1.746 KK) masih dalam kondisi miskin.

Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Kesejahteraan

No Pedukuhan Sejahtera (KK) Keluarga Sejahtera 1 (KK) Keluarga Sejahtera 2 (KK) Miskin (KK) Jumlah (KK)
1 Garon 106 65 36 80 287
2 Cabean 208 78 56 134 476
3 Ngireng-ireng 75 78 57 122 332
4 Geneng 77 102 109 102 390
5 Jaranan 105 163 243 45 556
6 Prancak Glondong 257 147 117 161 682
7 Pandes 103 55 67 98 323
8 Sawit 178 139 32 139 488
9 Kweni 281 185 184 91 741
10 Pelemsewu 412 79 116 132 739
11 Glugo 122 185 230 141 678
12 Dongkelan 235 126 197 226 784
13 Krapyak Kulon 320 227 243 127 917
14 Krapyak Wetan 354 202 152 148 856
JUMLAH
2833 1831 1839 1746 8249
Persentase (%)
34.34 22.20 22.29 21.17 100.00

Jenis Organisasi Masyarakat Panggungharjo terdiri atas organisasi kemasyarakatan desa, kelompok PKK, Karang taruna, kelompok kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, dapat dilihat dalam tabel berikut :

JENIS ORGANISASI MASYARAKAT

No Lokasi Macam Organisasi Jml Anggota Jml Kegiatan Tempat Kegiatan
1 Desa LPMD 28 1 Desa
2 Desa PKK 43 1 Desa
3 Desa Karang Taruna 28 1 Desa
4 Desa Gapoktan Manunggal 20 1 Desa
5 Desa Kelompok Ternak 27 1 Desa
6 Desa Ketoprak Panggung Budaya 45 1 Desa
7 Desa Mocopat Pgh Laras Wirama 30 1 Desa
8 Desa Pokgiat LPMD 98 14 14 Dusun
9 Desa Kel PKK 350 3 116 RT + 14 Dusun
10 Desa Dasa Wisma 2,320 232 116 RT
11 Desa Kamling 1,470 14 14 Pedukuhan
12 Ped Kelp ternak 324 7 7 Pedukuhan
13 Desa Kesenian Tradisional 210 6 14 Pedukuhan

Sedangkan Jenis Kegiatan Masyarakat Panggungharjo terdiri atas kegiatan olah raga, Pendidikan dan Sosial masyarakat, dapat dilihat dalam tabel berikut :

JENIS KEGIATAN MASYARAKAT

No Dukuh/ Lokasi Jenis Kegiatan Jumlah Peserta Penanggung Keterangan
1 Dongkelan Pencak Silat 1 Keg 25 Sutanto
2 Pandes Pencak Silat 1 Keg 20 Sriyanto
3 Glondong Senam Pernafasan Sinar Putih 1 Keg 25 Margono
4 Desa Bola Volley 14 Keg 280 Karang Taruna Dusun 14 Pedukuhan
5 Desa Bulu Tangkis 13 Klub 195 PB Panggungharjo 13 Pedukuhan
6 Desa Tenis Meja 7 Klub 74 Karang Taruna Dusun 7 Pedukuhan
7 Dusun Pandes Catur 1 Klub 15 Tukijan Klub. TOPAN
8 Desa PKBM 3 Keg 46 Kesra Desa Pusat Keg.Belajar Masy
9 Ped. Kweni Panti Asuhan 1 Keg 15 Drs. Didy Sambojo
10 Pedukuhan Senam Jasmani 350 14 Pedukuhan
11 Pedukuhan Sepakbola 840 6 Pedukuhan
12 krapyak Kulon Senam Taichi 25 H.Taufik Damisi Krapyak Kulon

Kondisi Budaya

Desa Panggungharjo juga memiliki berbagai kesenian khas, yang sering dipertunjukkan ketika ada acara – acara khusus seperti acara bersih desa. Kesenian yang ada antara lain adalah Kethoprak, Campur Sari, Klenengan, Sasmroh dan Jathilan. Kesenian – kesenian tersebut juga bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk Desa Panggungharjo .

Selain itu desa Panggungharjo memiliki bangunan cagar budaya yaitu bangunan bernama Tegal Panggung yang terletak di dukuh Krapyak kulon.