Sarana Prasarana

Prasarana Jalan

Komposisi status jalan yang ada di Desa Panggungharjo, adalah Jalan Kabupaten, Jalan Desa, Jalan Lingkungan di perdukuhan. Jalan kabupaten membujur dari arah utara ke selatan sepanjang 6,5 km, dengan kondisi 92% masih baik, sedangkan sisanya dalam kondisi rusak berat. Sedang jalan desa jenis aspal tretment total panjang 5 km, dengan 0,63 km (12,3%) kondisi baik, sisanya 3,8 km (74%) sedang dan 0,7 km (13,7%) rusak ringan. Selain itu ada pula Jalan Desa dengan type Corbeton dengan komposisi kondisi jalan 0,35 km (17%) masih baik, 1,4 km (68%) sedang dan 0,3 km (15%) rusak. Jalan lingkungan meskipun ada yang telah diaspal dengan panjang 2,65 Km dimana kondisi cukup/sedang 0,55 km (20,7%) dan sisanya 2,1 km (79,3%) dalam kondisi rusak, namun secara umum jalan lingkungan bertype corbeton dengan total panjang11,2 km. Dari total panjang yang ada 1,7 km (15,6%) kondisi saat ini masih baik, 1,6 km (14,5%) sedang dan 7,7 km (69%) rusak. Disamping itu masih ada pula jalan-jalan lingkungan yang masih bertype tanah namun dalam kondisi rusak ringan sepanjang 2,8 km.

Meskipun kondisi jalan kabupaten dan jalan desa yang ada sudah berjenis aspal dan berjenis rabat beton, tetapi derah tersebut tidak ada sarana transportasi umum. Masyarakat yang tidak mempunyai kendaraan pribadi merupakan suatu kendala untuk mengakses kekota, padahal kalau dilihat jarak antara desa Panggungharjo:

•  Ke Ibu kota kecamatan 1 Km

•  Ke Ibu kota Kabupaten 8 Km

•  Ke Ibu kota propinsi 5,5 Km

Disamping itu, hal yang ironis dan juga cukup mengkhawatirkan adalah jalan-jalan yang semestinya ada, sebagai jalur evakuasi apabila terjadi bencana menuju tanah lapang sebagai lahan evakuasi, justru dalam kondisi sempit, tanpa drainase dan rusak. Sehingga apabila terjadi bencana kondisi tersebut akan mempersulit dan menghambat proses penyelamatan.

Prasarana Jaringan Drainase

Hampir di setiap dusun telah dibangun drainase. Karena merupakan infrastruktur yang sangat urgen di Panggungharjo dimana banyak titik rawan genangan bahkan banjir dikawasan tersebut dengan sebaran disekitar kawasan permukiman bahkan pasca gempa ada beberapa titik yang kemudian menjadi tergenang karena tidak berfungsinya drainase yang ada.

Sebaran drainase tersebut rata-rata kondisinya rusak, sedang dan baik dengan besaran 26,48 % (8.154 m), dibandingkan yang masih baik sebesar 23,19 % (7.140 m), dan sedang 50,33 % (15.500 m).

No
Lokasi / Ruas
Dimensi
Konstruksi (m)
Kondisi (m)
Panjang ( m )
Lebar / diameter (cm)
Beton
Terbuka
Tertutup
Batu / bata
Terbuka
Tertutup
Tanah
Baik
Sedang
Rusak
1
Garon
1,100
60
950
150
950
150
150
950
160
40
160
160
160
2
Cabean
2,900
90
2,900
2,900
250
50
250
250
3
Ngireng-ireng
264
80
264
264
150
60
150
150
80
30
80
80
4
Geneng
120
200
120
120
100
100
100
100
100
2,200
80
2,200
1,080
1,120
1,080
5
Jaranan
210
60
210
210
6
Prancak Glondong
600
300
600
600
1,410
100
1,410
1,410
1,410
200
75
200
200
1,670
50
1,670
1,670
1,670
7
Pandes
740
100
740
740
1,350
50
1,350
1,350
1,350
1,140
40
350
790
350
790
8
Sawit
500
100
500
500
2,500
50
2,500
2,500
2,500
9
Kweni
275
100
275
275
1,250
50
1,250
1,250
60
30
60
60
10
Pelemsewu
600
200
600
600
1,500
100
1,500
1,500
1,500
11
Glugo
1,255
80
1,255
1,255
1,255
890
50
890
890
700
40
700
560
700
12
Dongkelan
310
300
60
250
60
250
1,110
100
1,110
1,110
1,200
60
700
500
1,200
800
30
800
800
13
Krapyak Kulon
1,400
100
1,400
1,400
14
Krapyak Wetan
1,600
100
1,600
1,600
200
50
200
200
JUMLAH
30,794
3,105
13,910
10,060
7,915
3,190
8,404
7,140
15,500
8,154
Persentase (%)
10.08
45.17
32.67
25.70
10.36
27.29
23.19
50.33
26.48

Jaringan Listrik

Kepadatan penduduk lebih banyak memadati pedukuhan dikawasan Utara, pemenuhan sarana listrik untuk keluarga di desa ini meskipun 92,41 % warganya telah mendapatkan penerangan, namun 7,58 % warganya belum terlayani bahkan penyalurannya pun juga belum merata. Sehingga dari data yang ada, kita melihat dari warga yang belum mampu menikmati listrik secara mandiri, mereka hanya dapat bantuan saluran penerangan dari warga lain dengan cara ‘ngulur kabel’ yang cenderung membahayakan masyarakat.

Tabel Pelayanan Jaringan Listrik

No Pedukuhan Pelayanan Jaringan Listrik Rumah Tangga (KK)
PLN
Diesel
Mikro Hidro
Angin
Surya
Belum Terlayani Jaringan Listrik
1 Garon
255
32
2 Cabean
445
31
3 Ngireng-ireng
270
62
4 Geneng
358
32
5 Pandes
272
51
6 Prancak Glondong
636
46
7 Sawit
478
10
8 Jaranan
490
66
9 Pelemsewu
703
36
10 Kweni
707
34
11 Dongkelan
631
153
12 Glugo
634
44
13 Krapyak Kulon
905
1
11
14 Krapyak Wetan
839
17
JUMLAH
7,623
1
625
Persentase (%)
92.41
0.01
7.58

Prasarana Irigasi

Pada dasarnya kawasan Desa Panggungharjo adalah daerah yang banyak dilalui oleh kali, baik kecil maupun sedang. Misalnya kali buntung yang merupakan sungai yang membelah desa. Bahkan banyak kali-kali kecil yang merupakan jaringan aliran resapan dari daerah permukiman yang banyak mengalir di hampir seluruh desa tersebut.

Meskipun demikian komposisi dikawasan Panggungharjo tidak semua kali dapat dijadikan jaringan Irigasi , karena air hanya mengalir pada musim-musim penghujan sehingga tidak memungkinkan untuk menaikkan air kelahan pertanian. Bahkan pengairan di sebagian besar lahan pertanian yang ada justru diperoleh dari aliran irigasi dari sungai Winongo, sehingga aliran irigasinya tidak sebesar dan semaksimal yang diharapkan (bahkan masih menyisakan persoalan lama tentang pembagian air dengan desa lain).

Dari semua saluran yang ada hanya 14,81 % (4.355 m) konstruksinya sudah teknis, 20,53 % (6.040 m) setengah teknis dan sebagian besar 64,66 % (19.020 m) masih sederhana. Kondisi jaringan irigasi tersebut sebagian kecil dalam kondisi baik 8,06 % (2.370 m) , sebagian besar dalam kondisi sedang 61,81 % (18.180 m) dan dalam kondisi rusak 30,14 % (8,865 m).

Tabel Irigasi

No Lokasi / Ruas Dimensi Konstruksi (m) Kondisi (m)
Panjang ( m ) Lebar / diameter (cm) Teknis 1/2 Teknis Sederhana Baik Sedang Rusak
1 Garon 450 150 450 450
1,900 150 1,900 1,900
2 Cabean 400 200 400 150 250
300 100 300 300
1,200 50 550 500 150 150 950 100
3 Ngireng-ireng 170 300 170 170
170 200 170 170
1,300 100 1,300 1,300
110 80 110 110
280 60 280 280
4 Geneng 800 200 800 400 400
2,220 100 570 1,650 570 1,650
900 60 250 650 250 650
5 Jaranan 2,150 80 1,525 625 1,525 625
1,360 60 1,360 1,360
6 Prc. Glondong 75 300 75 75
700 250 400 300 400 300
550 150 200 350 350 200
200 100 200 200
170 50 170 170
7 Pandes 500 100 500 500
700 270 700 700
1,150 75 1,150 1,150
8 Sawit 2,750 75 2,750 2,750
9 Kweni 2,500 75 2,500 2,000 500
10 Pelemsewu 2,500 100 2,500 2,500
11 Glugo 580 150 580 580
765 100 375 390 375 390
480 80 480 295 185
12 Dongkelan 1,000 100 1,000 1,000
13 Krp. Kulon 735 50 735 735
14 Krp. Wetan 150 100 150 150
200 60 200 200
Jumlah
29,415 4,075 4,355 6,040 19,020 2,370 18,180 8,865
Persentase (%)
14.81 20.53 64.66 8.06 61.81 30.14