Wilayah dan Penduduk

No Gravatar

Orientasi dan Batas Wilayah

Gambaran umum Desa Panggungharjo yang berpenduduk 25.727 Jiwa dengan luas wilayah 564,54 Ha, berada di Kecamatan Sewon, secara administrasi dibatasi, sebelah Utara berbatasan dengan Kota Yogyakarta, Timur berbatasan Desa Bangunharjo. Selatan berbatasan dengan Desa Timbulharjo dan Pendowoharjo, serta Barat berbatasan dengan Desa Tirtonirmolo Kecamatan Kasihan. Terdapat dua jalan propinsi menuju pusat pemerintahan kabupaten Bantul, yaitu Jalan Bantul yang melewati pedukuhan Dongkelan dan Kweni, dan Jalan Parangtritis yang melewati pedukuhan Pandes, prancak Glondong dan Cabean.

Uraian berikut pada hakekatnya menggambarkan potret desa secara eksisting beserta persoalannya untuk dikaji lebih mendalam dalam rangka pengembangan desa kedepan dalam jangka 5 tahun, fokus infrastruktur tersier mitigasi bencana merupakan kegiatan prioritas awal yang harus dikerjakan.

Desa Panggungharjo dibagi menjadi 14 (empat belas) Pedukuhan, antara lain :

1. Pedukuhan Garon

2. Pedukuhan Cabean

3. Pedukuhan Ngireng-ireng

4. Pedukuhan Geneng

5. Pedukuhan Jaranan

6. Pedukuhan Prancak Glondong

7. Pedukuhan Pandes

8. Pedukuhan Sawit

9. Pedukuhan Kweni

10. Pedukuhan Pelemsewu

11. Pedukuhan Glugo

12. Pedukuhan Dongkelan

13. Pedukuhan Krapyak Kulon

14. Pedukuhan Krapyak Wetan

Kondisi Alam dan Tata Guna Lahan

Kondisi Alam

Secara topografi Desa Panggunghajro merupakan daerah dataran dengan ketinggian berkisar 45m diatas permukaan air laut. Berdasarkan karakteristik sumber daya alamnya Desa Panggungharjo terbagi dalam 3 bagian yaitu :

1) Kawasan Budi Daya Pertanian Lahan Basah yang meliputi pedukuhan Geneng, Garon, Cabean dan Ngireng-ireng.

2) Kawasan Pusat Pemerintahan dan Perekonomian yang meliputi pedukuhan Pandes, Glondong, Sawit, Jaranan, Kweni dan Pelemsewu.

3) Kawasan Aglomerasi perkotaan, yang meliputi pedukuhan Dongkelan, Glugo, Krapyak Kulon, Krapyak Wetan.

Berdasarkan hidrologi kawasan desa Panggungharjo mempunyai sumber air tanah yang cukup memadai terutama sumber mata air (tuk) di Sorowajan pedukuhan Glugo dan Karangnongko pedukuhan Pelemsewu sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap kesuburan tanah pertanian di desa Panggungharjo.

Sedangkan berdasarkan kondisi geografis wilayah desa Panggungharjo merupakan salah satu wilayah yang berdekatan dengan kota Yogyakarta sedangkan jalur utama lalu lintas antar daerah / antar propinsi dengan adanya Ring road Selatan (jalan lingkar) yang terletak pada sebagian wilayah utara desa Panggungharjo, disamping terlalui jalur utama / jalan propinsi menuju kota Yogyakarta, yaitu jalan Bantul dan jalan Parangtritis.

Kondisi Tata Guna Lahan

Berdasarkan kondisi tata guna lahan permukiman desa Panggungharjo terbagi menjadi 3 wilayah :

1) Pemukiman tersebar di 14 pedukuhan dengan luas luas ± 221,28 Ha atau 39,20 % dari wilayah desa Panggungharjo.

2) Kawasan Perumahan desa Panggungharjo terkonsentrasi di pedukuhan Cabean, Sawit dan Pelemsewu.

3) Kawasan Industri lokasinya menyebar hampir di semua pedukuhan dan terkonsentrasi di sekitar jalan Parangtritis dan Ring Road Selatan dengan jenis industri tekstil pengolahan hasil hutan (mebel), kerajinan tatah sungging, kerajinan batu, industri mainan anak-anak (tradisional), industri rokok dan Industri Rumah Tangga (Tempe, Tahu, Bakpia, Yangko, Peyek), sebanyak 15,72 Ha atau 2,78%

Sedangkan Sawah/poertanian sebanyak 264,08 Ha atau sekitar 46,78, ladang sebanyak 19,44 ha (3,44%) sisanya untuk perdagangan dan jasa 5,85 Ha (1,04%) serta pengunaan lainya 38,20 Ha (6,77%).

Permukiman

Data Kependudukan

Desa Panggungharjo sebaran penduduknya cenderung tidak merata. Dominasi kepadatan penduduknya lebih cenderung bermukim secara berkelompok, kawasan permukiman lebih terkonsentrasi di Pedukuhan dekat Kota Yogyakarta.

Namun selama ini yang menjadi kekurangan warga Desa Panggungharjo adalah mereka lebih memposisikan perempuan berperan menjadi pelaksana dibandingkan menjadi inisiator, sebagai contoh ketika mereka diundang untuk melaksanakan kerja bakti, posyandu, maka mereka akan datang dengan semangat, tetapi ketika mereka diundang untuk bermusyawarah mengenai apa yang akan dilakukan untuk mengembangkan Desa Panggungharjo, mereka akan lebih banyak diam, dan tidak menuangkan ide-ide mereka dalam pertemuan tersebut. Padahal apabila kita melihat jumlah perempuan yang ada di Desa Panggungharjo hampir sebanding bahkan lebih banyak dibanding jumlah laki-laki. Lihat Tabel berikut ini :

JUMLAH PENDUDUK BERDASAR JENIS KELAMIN

No Pedukuhan
Jenis Kelamin (Jiwa)
Jumlah (jiwa) Jumlah (KK)
Laki-laki Perempuan
1 Garon 434 448 882 287
2 Cabean 757 783 1,540 476
3 Ngireng-ireng 588 547 1,135 332
4 Geneng 508 535 1,043 390
5 Jaranan 814 829 1,643 556
6 Prc. Glondong 991 972 1,963 682
7 Pandes 456 462 918 323
8 Sawit 732 823 1,555 488
9 Kweni 1,088 1,187 2,275 741
10 Pelemsewu 1,327 1,366 2,693 739
11 Glugo 1,280 1,261 2,541 678
12 Dongkelan 1,090 1,064 2,154 784
13 Krapyak Kulon 1,076 1,085 2,161 917
14 Krapyak Wetan 1,592 1,632 3,224 856
Jumlah 12,733 12,994 25,727 8,249

Data Penduduk berdasarkan Mata Pencaharian

Sumber mata pencaharian penopang sarana kehidupan masyarakat Panggungharjo ini meskipun banyak yang menjadi PNS dan TNI 3,35% (862 orang) namun sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai pegawai swasta 12,69 % (3.264 jiwa), namun ada pula yang bertani / buruh tani 16,97 % (4.366 jiwa), bertenak, berdagang 7,37 % (1.897 orang) dan juga yang mempunyai usaha kerajinan/ industri rumah tangga antara lain mebeler, pembuat patung dan batik alam.

JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN MATA PENCAHARIAN

No Pedukuhan Petani Buruh Tani Perke-
bunan
Peda-gang PNS Pegawai Swasta Industri Rumah Tangga Lain-lain Jumlah
1 Garon 77 52 - 10 27 45 29 642 882
2 Cabean 287 198 - 71 43 147 2 792 1,540
3 Ngireng-ireng 240 171 - 45 41 65 5 568 1,135
4 Geneng 209 55 - 12 34 68 3 662 1,043
5 Jaranan 260 125 - 135 40 295 15 773 1,643
6 Glondong 349 235 - 70 112 295 19 883 1,963
7 Pandes 131 22 - 40 53 95 13 564 918
8 Sawit 314 354 - 49 31 261 10 536 1,555
9 Kweni 15 17 - 158 80 179 39 1,787 2,275
10 Pelemsewu 352 268 - 236 86 386 15 1,350 2,693
11 Glugo 51 372 - 402 105 763 36 812 2,541
12 Dongkelan 144 72 - 205 72 196 4 1,461 2,154
13 Krapyak Kulon 15 7 - 399 108 340 35 1,257 2,161
14 Krapyak Wetan 7 13 - 196 72 177 71 2,688 3,224
Jumlah 2,451 1,961 - 2,028 904 3,312 296 14,775 25,727
Persentase (%) 9.53 7.62 - 7.88 3.51 12.87 1.15 57.43 100.00

Data Penduduk Berdasarkan Angka Produktif

Pada dasarnya hampir sama dengan Penduduk-penduduk diwilayah lain. Namun yang menarik sekaligus yang membedakan desa ini dengan desa lain adalah jumlah penduduk produktif di wilayah Panggungharjo yang menempati posisi mayoritas (usia antara 15 – 49 tahun) yakni 15.102 orang, mereka lebih mampu bertahan di daerahnya dari pada keluar desa untuk beraktifitas maupun mencari mata pencaharian sehari-hari. Hal ini, disamping sudah mulai berkembangnya beberapa bentuk pekerjaan sampingan maupun utama selain bertani, mereka yang bekerja sebagai buruh pun jarang yang kemudian tinggal di kota dan pulang tiap mingguan seperti buruh-buruh daerah lain misalnya Gunungkidul atau Kulonprogo, tetapi mereka lebih banyak bekerja dengan ”nglaju”.

Hal tersebut berdampak pada pertama , semakin dekatnya emosional yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Bentuk emosional ini sangat erat dan dapat dilihat dalam aktifitas kehidupan sehari-hari mereka, misalnya: gotong-royong mingguan, pertemuan rutin RT, pertemuan rutin Dusun, pertemuan ibu-ibu, menjenguk tetangga yang sedang sakit, maupun pertemuan-pertemuan ritual tahlilan, aqiqahan, ‘sripah’ dan lain sebagainya, dimana datang dalam forum-forum tersebut bagi masyarakat adalah sebuah ‘kewajiban’ yang tidak bisa ditinggalkan sebagai bentuk rasa solidaritas persaudaraan. Kedua , dengan lebih banyaknya penduduk berusia produktif, mereka menjadi modal penggerak dalam proses pembangunan yang ada. Hal ini tampak dari munculnya beberapa bentuk kegiatan usaha baru diluar pertanian yang kebanyakan dilakukan oleh para muda desa, misalnya: bubut kayu batik, toko-toko counter voucher HP, dan lain-lain.

Di sisi lain, antusiasme dan partisipasi perempuan dalam proses pembangunan di desa Panggungharjo dapat dilihat di berbagai bidang, mulai dari pertanian, produksi rumah tangga bahkan buruh pun banyak diantara mereka juga ikut terlibat. Bahkan banyak diantara masyarakat petani yang hampir keseluruhan pekerjaan pertaniannya dilakukan oleh kaum ibu, sedangkan suaminya bekerja sebagai buruh di kota.

JUMLAH PENDUDUK BERDASAR UMUR (ANGKA PRODUKTIF)

No Umur Garon Cabean Ngireng-

irengGenengPandesPrc. GlondongSawitJarananPelem

sewuKweniDong

kelanGlugoKrp. KulonKrp. WetanJumlah10 – 141723631892591972523523294774615005385769085573215 – 24952092171721622682403034733813264182176794160325 – 494407165414803577276976961160104489811749051107109424> 501752521881322027162663155833894304114635305052 Jumlah88215401135104391819631555164326932275215425412161322425727

Jumlah Penduduk Panggungharjo berdasarkan Tingkat Pendidikan

Sebagian besar warga adalah masyarakat berpendidikan. Dalam tabel dapat dilihat meskipun jumlah person yang jenjang pendidikannya mencapai Perguruan Tinggi hanya sekitar 10,52 % namun bagi sebuah desa yang berada perbatasan dengan kota, merupakan hal yang menggembirakan. Terlebih bagi lulusan SMA 6.279 0rang (24,41 %), SMP 4.345 orang (16,89 %) dan SD 5.779 orang (22,46 %) yang semuanya lebih dari 50 % merupakan modal bagi pembangunan Desa Panggungharjo.

JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN

No Pedukuhan Tidak / Belum Sekolah Lulus SD Lulus SMP Lulus SMA Akademi / PT Jumlah ( Jiwa )
1 Garon 205 259 150 227 41 882
2 Cabeyan 533 313 184 312 198 1,540
3 Ngireng-ireng 463 195 151 262 64 1,135
4 Geneng 229 311 171 270 62 1,043
5 Jaranan 683 315 345 260 40 1,643
6 Glondong 486 547 387 365 178 1,963
7 Pandes 291 161 119 259 88 918
8 Sawit 421 514 322 177 121 1,555
9 Kweni 604 465 409 603 194 2,275
10 Pelemsewu 617 620 471 608 377 2,693
11 Glugo 287 735 478 774 267 2,541
12 Dongkelan 418 413 403 652 268 2,154
13 Krapyak Kulon 556 329 308 658 310 2,161
14 Krapyak Wetan 1,055 602 447 852 268 3,224
Jumlah 6,848 5,779 4,345 6,279 2,476 25,727
% 26.62 22.46 16.89 24.41 9.62 100

Data Penduduk Panggungharjo berdasar Kepadatan Penduduk

Desa Panggungharjo sebaran penduduknya cenderung tidak merata. Dominasi kepadatan penduduknya lebih cenderung bermukim secara berkelompok, kawasan permukiman lebih terkonsentrasi di Pedukuhan dekat Kota Yogyakarta.

KEPADATAN PENDUDUK

No Pedukuhan / RT > 100 jiwa/km 2 (Padat) 50 – 100 jiwa/km 2 (Cukup) < 50 jiwa/km 2 (Rendah) jml jiwa luas Kepadatan
1 Garon v - - 882 5.90 149.49153
2 Cabeyan - v - 1,540 15.57 98.908157
3 Ngireng-ireng v - - 1,135 8.60 131.97674
4 Geneng v - - 1,043 8.06 129.40447
5 Jaranan - v - 1,643 17.60 93.352273
6 Glondong v - - 1,963 16.00 122.6875
7 Pandes - v - 918 11.50 79.826087
8 Sawit v - - 1,555 13.60 114.33824
9 Kweni v - - 2,275 20.70 109.90338
10 Pelemsewu v - - 2,693 20.90 128.85167
11 Glugo - v - 2,541 27.65 91.898734
12 Dongkelan v - - 2,154 15.20 141.71053
13 Krapyak Kulon v - - 2,161 20.00 108.05
14 Krapyak Wetan v - - 3,224 20.00 161.2